
Pekanbaru, 10 Maret 2026 – Komitmen SMAIT Al-Fatih dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia global terus diwujudkan melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya dengan membuka peluang akses pendidikan internasional melalui penjajakan kerja sama dengan University of Hyogo, salah satu universitas negeri di Jepang.
Pertemuan antara SMAIT Al-Fatih dan pihak universitas dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Selasa (10/3/2026). Diskusi ini menjadi langkah awal dalam membangun hubungan akademik sekaligus membuka peluang bagi peserta didik SMAIT Al-Fatih yang ingin melanjutkan studi ke Jepang setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA.
Dalam pertemuan tersebut hadir Mr. Satoshi Chihara selaku Coordinator of International Students dari University of Hyogo. Sementara dari pihak SMAIT Al-Fatih dihadiri oleh Kepala Sekolah Ilham Dwitama Haeba, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Putri Aliyyanti, serta koordinator bahasa Ima Hartati.
Pada kesempatan tersebut, pihak universitas memaparkan berbagai informasi mengenai University of Hyogo yang berlokasi di Kobe, Jepang. Universitas ini dikenal memiliki sejumlah fakultas unggulan seperti Faculty of Engineering, Faculty of Science, Faculty of Management and Economics, serta Faculty of Social Information Science yang banyak diminati mahasiswa dari berbagai negara.
Salah satu program yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah Global Business Course (GBC), yaitu program internasional yang dirancang khusus bagi mahasiswa dari berbagai negara untuk mempelajari bidang manajemen dan ekonomi dengan pendekatan bisnis global. Program ini membuka peluang besar bagi mahasiswa internasional, dengan sekitar 20 persen mahasiswa yang diterima setiap tahunnya berasal dari luar Jepang.

Selain program akademik, pihak universitas juga menjelaskan berbagai peluang beasiswa bagi mahasiswa internasional. Salah satu yang paling dikenal adalah MEXT Scholarship, yaitu program beasiswa dari pemerintah Jepang yang memberikan dukungan penuh bagi mahasiswa berprestasi dari berbagai negara.
Untuk dapat mendaftar ke program tersebut, calon mahasiswa perlu menyiapkan sejumlah dokumen penting seperti formulir pendaftaran, esai aplikasi, transkrip akademik, sertifikat kemampuan bahasa Inggris—di antaranya TOEFL iBT minimal 72, IELTS minimal 5.5, atau TOEIC—serta surat rekomendasi akademik dari guru pembimbing.
Tidak hanya itu, universitas juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi mahasiswa internasional. Salah satunya adalah asrama mahasiswa berupa gedung enam lantai yang dapat ditempati oleh mahasiswa tahun pertama dengan biaya sekitar 30.000 Yen per bulan. Selain itu, mahasiswa internasional juga diperbolehkan bekerja paruh waktu hingga 22 jam per minggu sesuai dengan regulasi yang berlaku di Jepang.
Kepala SMAIT Al-Fatih, Ilham Dwitama Haeba, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk memperluas wawasan dan peluang masa depan peserta didik.
“Melalui komunikasi ini, kami berharap dapat membuka jalan bagi peserta didik SMAIT Al-Fatih untuk mengakses pendidikan internasional. Jepang merupakan salah satu negara dengan sistem pendidikan yang maju serta perkembangan teknologi yang sangat pesat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan visi SMAIT Al-Fatih untuk mempersiapkan peserta didik yang tidak hanya unggul dalam akademik dan karakter, tetapi juga siap bersaing di tingkat global.
Melalui pertemuan awal ini, SMAIT Al-Fatih berharap ke depan dapat membangun kerja sama yang lebih konkret dengan University of Hyogo sehingga peserta didik memiliki jalur yang lebih jelas untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi internasional.